Subscribe to my full feed.

Saturday, April 29, 2006

Kekuatan dibalik kelembutan


Kekuatan di balik kelembutan

Seringkali saya merasa terenyuh dengan tulisan2 di majalah langganan
saya saat ini, Hidayatullah ( maaf bukan bermaksud promosi nih ).Termasuk judul diatas pun saya kutip dari kolom Jendela keluarga edisi 12 bulan ini.

Kadang ketika saya kurang mampu untuk membimbing atau memberi tausiyah/nasehat pada istri atau anak saya, majalah ini menjadi salah satu alternatifnya.Biasanya saya bilang ke istri, “ Eh…Mi, tulisan kolom anu di Hidayatullah edisi sekarang bagus loh, coba deh dibaca”.


Karena saya yang berlangganan majalah ini lewat seorang teman di kantor, saya jadi bisa baca duluan ringkasannya.Setelah itu baru saya berikan ke istri untuk dibaca di sela-sela waktunya ( kebetulan istri saya kerja ).Kadang dia baca sambil menidurkan anak, kadang dibawa kekantornya atau menjelang tidur , yang kadang dia tertidur sementara majalahnya tergeletak disampingnya dalam keadaan terbuka (he… he… capek ya Mi ).

Setelah beberapa hari , sampai kira –kira udah selesai dibaca baru kami bahas materi tersebut.Kami membahasnya tidak dalam kondisi formal ya …mungkin sebelum tidur atau ketika lagi tidak sibuk oleh anak-anak.Yang kadang-kadang diskusi tersebut jadi melebar ke hal lainnya. Tapi saya pikir bagus juga sebagai saluran komunikasi keluarga.

Saya pikir komunikasi keluarga itu sangat penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Mungkin selebriti kita yang sering cerai itu komunikasi suami-istrinya kurang kali ya?..( kali sih…).Memang komunikasi verbal bukan satu-satunya komunikasi yang bisa kita lakukan.Masih ada komunikasi non verbal yang tak kalah pentingnya.

Tapi entah kenapa, sebagai seorang lelaki yang mungkin karena “ kemaskulinnya “ kadang saya kurang peka terhadap komunikasi non verbal tadi ( saya taunya karena istri kadang komplain ). Jadi ya…., saya coba memaksimalkan komunikasi verbal tadi selain sayapun terus berusaha memperbaiki komunikasi non verbal.

Wah…ngomong2 kok jadi melenceng dari judul diatas ya.Ok, mungkin saya tulis ringkasannya aja. Pasrah itu tidak selalu sama dengan lemah, pasrah itu tidak selalu berarti kalah. Pasrah adalah ibadah yang paling sulit bagi si kuat.Bertahan dengan sesuatu yang yang tidak kita suka, lalu mampu menjaganya, memeliharanya, mentaatinya dan mampu mengesampingkan kehendak pribadi, itulah jihad yang bernilai besar.

Ternyata bukan tentara atau pendekar sakti mandra guna yang mampu melakukannnya.Jihad semacam ini hanya mampu dilakukan oleh orang2 yang berhati lembut dan berjiwa lapang, orang yang punya rasa tanggung jawab extra , yang memerlukan kesabaran yang luar biasa. Dan semua itu banyak terdapat pada diri wanita.

Wanita yang kelihatannya lemah ternyata sanggup berjihad dengan cara ini. Kelembutan dan kasih sayangnya pada sesama, justru membuat kaum wanitalah yang banyak lulus dalam jihad ini karena itu mereka lebih tahan akan penderitaan dan kesabaran.
Ironisnya, wanita semacam ini kebanyakan justru di tuding tidak punya sikap dan pendirian. Yang lagi ngetren saat ini adalah emansipasi yang tidak jarang malah salah kaprah ( itu kalo kita mau jujur dan mengakui ).

Jadi Ummi, selama yang dikehendaki suami atau keluarga masih dalam garis ketaatan pada Alloh, taatilah. Tapi tetap dalam koridor : “ Tidak ada ketaatan terhadap seorang makhluk, bila harus bermaksiat kepada Alloh”.

Jadi jangan terjebak dengan pada kelemahan yang berkedok kepasrahan.Pandai-pandailah menilai mana pasrah atau tawakkal dan mana yang lemah.
Bagaimana Mi…,siap…? Makasih Mi.

Baca selengkapnya......

Ret's Go Gigi Susu

Ret’s Go Gigi Susu

Ret’s go gigi susu…..Apaan tuh ?:-):-) pasti pembaca penasaran. Sampai dengan saat ini kata-kata itu kadang masih terngiang di telinga saya. Kadang geli juga kalau mengingat hal itu.

Ret’s go gigi susu ….kalimat itu beberapa waktu yang lalu sering diucapkan oleh anak pertama saya ,Syahid Faiz Asshidqy itu nama lengkapnya.Dengan bahasa, gaya dan aksen balita seusianya terdengar lucu jika ia mengucapkannya. Sampai saat ini saya juga gak ngerti apa maksud kalimat tersebut.Kalo ditanya apa artinya, Si Aa malah tersenyum.

Tapi it’s ok lah itu dunia mereka, kadang kita tidak perlu mengerti semua hal tentangnya. Mereka punya dunia sendiri yang penuh dengan warna, dunia yang penuh dengan fantasi dan keceriaan.Mungkin dengan memasuki dunia mereka kita bisa terbawa muda dan ceria. So, let’s try.

Melihat perkembangan ke-2 anak saya terasa begitu menyenangkan walaupun terus terang kadang agak bete, jengkel atau marah kalo mereka lagi nakal atau rewel ( terutama umminya he….he…:D).Tapi ….ya itulah anak-anak, amanat dari Alloh yang harus kita jaga dan pelihara sesuai fitrahnya melalui petunjukNya.

Kalo kita backflash kebelakang, ketika kita belum punya anak.Mungkin kita punya pengalaman yang sama, betapa kita berusaha maksimal untuk bisa mendapatkan momongan dengan berbagai cara termasuk berdoa kepada Alloh swt. Kemudian setelah istri kita mengandung, sebagai suami dan calon ayah dengan penuh kasih sayang berusaha merawatnya sekuat tenaga. Dari mulai membelikan makanan yang baik sebagai asupan yang bergizi, konsultasi rutin ke dokter , perhatian yang lebih dari biasanya sampai mewanti-wanti istri agar jangan terlalu capek bekerja kita lakukan.

Tapi ketika anak tersebut telah lahir kemudian tumbuh dan berkembang yang dengan dunianya tadi kadang membuat kita tidak mengerti.Kadang tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau inginkan ketika saat itu terjadi kadang membuat kita bete, jengkel atau marah.

Kok rasanya sangat bertolak belakang ya dengan kondisi diawal tadi ketika kita belum punya anak?Kenapa ya…?Kalau dipikir-pikir kenapa kita harus bete?Kenapa kita harus marah atau jengkel ya?......Padahal dulu kita sendiri yang mengharapkan kehadiran mereka di dunia ini.

Nak maafin abi dan ummi ya, kami juga manusia yang tidak terlepas dari kesalahan dan kekhilafan. Jadi mari kita belajar bersabar memahami dunia mereka, membimbing mereka sesuai dengan sunah Rosul sebagai uswatun hasanah ( tauladan terbaik umat ).

So….Aa….Ret’s Go Gigi Susu…………:D;D

Baca selengkapnya......

Lupa........

Sebelumnya saya mohon maaf baru sempat menulis lagi di blog ini. Alasan utama karena kesibukan, saya jadi lupa password dan username blog ini sampai-sampai saya buat yang baru di http://dhyan.blogsome .com & http://kangdhyan.blogspot.com.
Tapi ternyata ngurus blog 2 aja ga keurus dengan baik,akhirnya pas lagi ngutak-ngutik blog eh...ketemu lagi blog yang ini.Insyalloh mungkin saya akan konsentrasi di blog ini aja deh untuk sementara ini.So,buat para blogger & khususnya rekan2 di Indico kalo mo contact lewat blog kesini aja ya.
Doa'kan mudah-mudahan saya bisa buat tulisan yang bermanfaat.
Trims.

Jabat erat,

Baca selengkapnya......