Subscribe to my full feed.

Tuesday, May 16, 2006

Undang-Undang Anti Pornografi dan Anti Pornoaksi sebuah angan-angan?

Terus terang tadinya saya malas mengomentari hal-hal seperti ini, karena saya pikir hal-hal seperti ini sudah jelas hitam-putihnya sehingga seharusnya tidak ada yang harus diributkan/sipersoalkan.Kalo nyontek kata-katanya Gus Dur, “Gitu aja kok ribut….”.Bagi orang yang sadar mungkin punya pandangan yang sama,wong udah jelas benar kok masih ditentang?...Wong udah jelas salah kok dibela?......

Makanya sorry mungkin komentarnya agak terlambat,tapi kata pepatah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.Semenjak punya blog,saya pingin blog saya bisa bermanfaat jadi tidak sekedar mengikuti tren,iseng atau hal-hal mubazir lainnya.Saya pikir berbuat kebaikan bisa dari mana saja termasuk lewat blog,artinya amar ma’ruf nahi munkarnya tetap jalan.

Ok, kembali ke topik utama,sebagai seorang muslim/muslimah rasanya kita sepakat bahwa hukum yang tertinggi adalah hukum Alloh swt ( Al Quran ), bukan hukum buatan manusia.Setuju gak ? Kalo setuju,berarti kita hanya tinggal membahas aplikasinya.Tapi kalo ga setuju ya..berarti sangat wajar kalo menentang RUU tersebut.Berarti harus belajar lagi mengapa kita lebih mengutamakan hukum buatan manusia dibanding hukum pembuat manusia yang tanpaNya manusia tidak mungkin ada,tidak mungkin hidup,tidak mungkin menentang hukumNya.

Sekaranag kita tidak membahas orang yang tidak setuju bahwa hukum tertinggi adalah hukum Alloh ( itu memerlukan bahasan yang panjang dan tentunya hidayah dari Nya).Sekarang kita membahas yang setuju aja tapi berbeda aplikasi, bisa karena nggak tahu atau mungkin lebih dikuasai oleh hawa nafsunya.

Di dalam QS 24 : 31 , yang artinya : “Katakanlah kepada wanita-wanita beriman,”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya,dan janganlah mereka menampakan perhiasannya kecuali yang ( biasa ) tampak daripadanya.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya,dan janganlah menampakan perhiasannya ,kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka atau ayah suami mereka,atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka ,atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam,atau budak-budak yang mereka miliki,atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan ( terhadap wanita ),atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan .Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Alloh,hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. “ .Disitu sudah jelas bahwa Alloh memerintahkan kaum muslimah ( ciptaanNya ) untuk menutup auratnya kecuali muka dan telapak tangan( sebagian ada yang menafsirkan seluruh tubuhnya,tapi itu gak usah dipermasalahkan disini ).Setelah menutup aurat ya tentu saja harus dibarengi dengan akhlak yang baik bukan berarti setelah menutup aurat lantas boleh seenaknya bertingkah laku yang masih mengundang syahwat, ya..menyesuaikanlah dan inipun ada juga ayatnya ( tapi untuk sekarang ga usah banyak-banyak dulu ya yang tadi aja dulu).Insyaalloh dengan menutup aurat saja rasanya secara psikologis akan berdampak pada perbuatannya.

Jadi kalo kita benar-benar mengakui Alloh sebagai pencipta kita,yang membuat kita bisa ngomong,yang membuat kita bisa berpikir lalu mengapa kita tidak mau menuruti apa yang diperintahkanNya?Padahal harusnya kita bersyukur kita diberikan hati untuk merasakan,kita diberikan akal untuk berpikir, kita diberikan kebebasan untuk menilai yang benar atau yang salah.Kita seharusnya bersyukur kita tidak diciptakan menjadi robot yang tidak bisa menentukan keinginannya sendiri,apa kita mau diciptakan seperti itu ?

Sekarang kita lihat RUU APP tersebut bertentangan dengan Al Quir’an gak?kalo nggak ya berarti sudah sangat-sangat sewajarnya diaplikasikan.Kalo kita menentang berarti sama aja kita menentang Al Quran,sama aja kita menentang Alloh,pencipta kita yang sampai dengan detik ini masih memberi kita hidup,masih bisa membuat kita makan,masih bisa membuat kita menulis dan lain sebagainya.

Kenapa tidak kita coba aja ya,maksudnya coba diberlakukan selama beberapa saat kalo hasilnya bagus diterusin kalo nggak ya udah di cut aja.Satu cerita menarik, bahwa para biksu Budha mengunjungi Ust.Ba’asyir di penjara karena mereka bersimpati dan mendukung perjuangan ustad untuk menegakan hukum Islam di Indonesia,mengapa?Karena berdasarkan pengalaman mereka ketika bermukim di Kelantan Malaysia yang menerapkan hukum/syariah Islam ternyata mereka mendapatkan ketenangan dan kenyamanan hidup bermasyarakat.Tuh….Biksu Budha aja ngedukung kok kita malah menentang ya???

Lalu mengapa hingga saat ini RUU tersebut belum bisa disahkan,masihhhh…. saja terjadi kontroversial.Padahal sebenarnya kalaupun mengadop dari Al Qur’an,RUU tersebut hanya secuil dari Al Qur’an.Bisakah RUU tersebut menjadi UU dan disahkan?Terus terang saya agak pesimis.Padahal mayoritas penduduk Indonesia katanya beragama Islam???Apa KTP doang???Kok susah banget ya pingin nerapin yang seperti itu aja??

Untuk bisa menerapkan syariah/hukum Islam secara sempurna.rasanya minimal ada 2 hal yang harus dipenuhi yaitu :

1. Umat yang ingin menerapkan syariah Islam harus umat Islam yang sebenarnya ( bukan KTP doang )
2. Tempat untuk menerapkan syariah Islam harus tempat yang Islami bukan sebaliknya

Sekarang kita lihat apakah dua syarat diatas sudah terpenuhi?Kalo belum ya…bisa jadi RUU tersebut gak bakalan bisa diterapkan atau hanya sebuah angan-angan.Kalopun dipaksakan maka akan terjadi banyak gejolak yang mungkin akan menimbulkan banyak korban dan kalo itu yang kita pilih ,ya…kita harus siap dengan resikonya.

Jadi sekarang selain kita memperjuangkan RUU tersebut ya…kita harus memperjuangkan 2 syarat tadi.Caranya bagaimana?Untuk hal ini nanti aja deh dibahasnya panjang banget sih.Sebaiknya belajar aja pada para ulama yang banyak terdapat dinegeri kita ini OK.

Wallahu a'lam bi shawab.

No comments:

Post a Comment