Subscribe to my full feed.

Monday, June 26, 2006

ROKOK

Tiga tahun yang lalu saya pernah menulis satu artikel mengenai 10 alasan tak merokok di buletin perusahaan.Ketika kemarin saya coba baca lagi rasanya isinya masih cukup relevan, so saya pikir tak ada salahnya diposting kembali disini.

Walaupun di bungkus rokok sudah dicantumkan akan bahaya dari merokok, tapi kebanyakan perokok masih menganggap remeh hal tersebut. Atau mungkin terpaksa karena tidak bisa menghentikan kebiasaan ( baca : kecanduan ) merokoknya. Karena nikotin yang dikenal sebagai alkaloid bisa menyebabkan kecanduan.
Ketergantungan pada tembakau oleh WHO dikategorikan sebagai kelainan perilaku dan mental. Para ahli berpendapat, ketergantungan yang disebabkan oleh tembakau cukup kuat, bahkan lebih kuat dari ketergantungan yang disebabkan oleh heroin atau kokain.

Pada tulisan kali ini, saya tidak akan mengupasnya dari sudut pandang ekonomi, agama, moral, etika dll tapi dari sudut pandang kesehatan yang sudah dibuktikan secara ilmiah, bahwa penggunaan tembakau bisa menyebabkan kematian dan penyakit dalam skala besar. Hal ini sangat wajar karena dengan merokok sekitar 4000 bahan kimia asing dimasukan dengan sengaja ke dalam sistem tubuh.

Berikut ini 10 alasan yang mudah-mudahan bisa menjadi renungan buat saudara-saudaraku, sobat-sobat, family dan para blogger yang masih merokok, untuk menghentikan kebiasaan merokoknya :

1. Rokok berkaitan erat dengan depresi.

Dan gejala depresi ini ternyata tak hanya menghinggapi para perokok berat. Mereka yang jarang merokok pun bisa terserang depresi. Namun peluang mereka untuk berkembang menjadi depresi dua kali lebih kecil dibanding perokok berat. Demikianlah kesimpulan sebuah studi yang dilakukan terhadap lebih dari 1000 pemuda AS.
2. Merokok juga tidak membantu seseorang tetap langsing atau menurunkan berat badan. Seorang pakar di Universitas Memphis melakukan riset dengan meneliti 4000 orang selama tujuh tahun, ia menemukan bahwa berat badan mereka yang ia teliti ternyata bertambah, baik yang merokok maupun yang tidak.
3. Anak-anak cenderung akan meniru perilaku orang tuanya.
Sebuah studi terhadap anak-anak pra sekolah yang orang tuanya perokok menunjukan bahwa kebanyakan anak-anak itu cenderung menjadi perokok di kemudian hari. Sementara para peneliti Australia menyimpulkan bahwa anak-anak yang orang tuanya perokok cenderung kurang aktif secara fisik, lebih suka nonton TV dan punya kebiasaan makan yang tidak sehat. Anak-anak yang orang tuanya perokok, kata WHO, mempunyai peluang lebih besar terkena infeksi atau gangguan saluran pernafasan ( batuk kronis, bronchitis dan peumia ) dan infeksi telinga tengahnya. Juga beresiko terkena ganguan fungsi paru, sementara penderita asma anak-anak lebih peka terkena serangan.
4. Upaya untuk berhenti merokok bahkan jika suatu saat anda merokok lagi, tetap membawa efek yang bermanfaat bagi paru-paru. Data dari Lung Health Study, para peneliti Kanada menyatakan bahwa para perokok yang pernah berusaha menghentikan kebiasaan merokok sekurang-kurangnya satu kali, fungsi paru-paru mereka lebih baik daripada mereka yang tidak pernah berusaha untuk menghentikannya.
5 .Merokok punya andil dalam mengikis daya ingat dan kemampuan mental lainnya.
Pada pertemuan tahunan Akademi Neurologi Amerika, para peneliti Denmark melaporkan temuan awal mereka pada studi yang dilakukan terhadap lebih dari 9000 orang berusia lanjut. Para perokok berat itu mengalami pengikisan kemampuan mental terberat dibanding bekas perokok dan yang tidak pernah merokok.
6. Merokok bisa merusak sperma, menciutkan vitalitas dan alat vital .
Sudah lama diketahui bahwa merokok bisa mengurangi jumlah sperma. Namun studi yang dipublikasikan tahun 1999 juga menunjukan adanya mutasi genetic pada sperma para pria yang rata-rata menghisap rokok sebanyak 20 batang setiap hari sekurang-kurangnya selama dua tahun. Riset lain yang dilakukan terhadap 200 pria, diketahui racun yang terkandung dalam rokok, lama kelamaan bisa mengurangi ukuran alat vital pria. Selain masuk pembuluh darah, asap rokok juga menghambat aliran darah. Hal ini akan mempengaruhi elestin ( zat yang berperan besar dalam menentukan kemampuan seksual pria), sehingga terjadi pelumpuhan zat tersebut.
7 Kebanyakan perokok menderita penyakit jantung namun bahayanya mereka tidak mengetahuinya. Serangkaian tes fungsi jantung menunjukkan bahwa orang yang telah merokok selama 11 hingga 39 tahun aliran darah mereka ke jantung 14% lebih sedikit. Tapi anehnya, tak satupun dari orang-orang itu yang merasakan gejala penyakit jantung, seperti nyeri di bagian dada, sesak napas atau tersumbatnya pembuluh darah.
8. Perokok wanita mempunyai resiko yang lebih besar mengalami kehamilan di luar kandungan, memasuki masa menopouse lebih dini (sekitar 40% atau sembilan bulan lebih cepat). Sementara pada wanita hamil bisa menyebabkan pendarahan antepartum, prematuritas dan bayi yang dilahirkan mempunyai berat badan yang tidak normal. Juga lebih berisiko terhadap sudden infant death syndrome (sindroma kematian mendadak pada bayi) karena si ibu sering mengalami komplikasi.
9. Menurut sebuah penelitian yang dipimpin Dr. Noriyuki Nakanishi dari Osaka Graduate School of Medicine, para perokok cenderung akan mengalami gangguan pendengaran. Dalam studi yang dipublikasikan Journal of Occupational and Environmental Medicine tersebut, diungkapkan bahwa resiko gangguan pendengaran pada frekuensi tinggi akan meningkat seiring dengan jumlah rokok yang dihisap dalam satu hari, demikian pula dengan lamanya kebiasaan merokok.
10.Mereka yang merokok lebih dari sebungkus sehari mempunyai resiko kematian 10 hingga 15 kali lipat orang yang tidak merokok. Studi menunjukkan, perokok seumur hidup rata-rata berpeluang 50% untuk meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan tembakau. Separuhnya meninggal pada usia pertengahan (sebelum usia 70 tahun) atau 22 tahun lebih awal dari usia harapan hidup normal rata-rata. Mereka yang mulai merokok di usia muda memiliki resiko kesehatan lebih besar (terjadinya perubahan genetik secara tetap). Dan ini menyebabkan peningkatan resiko kanker paru-paru sepanjang hidupnya.

Sepuluh kerugian di atas hanyalah sebagian kecil dari kerugian yang bisa diderita. Menurut laporan WHO (Organisasi Kesehatan Sedunia), pengunaannya tembakau bertanggung jawab atas sekitar 25 penyakit, antara lain : berbagai jenis kanker (rongga mulut, laring, paru, kantung kemih, pankreas, ginjal, lambung dan leher rahim), jantung, stroke, pembuluh darah tepi, obstruksi paru kronis dan gangguan alat pernafasan lainnya, kelainan pada bayi dan anak dll. Tidak ada satupun dari penyakit tersebut yang muncul secara tunggal, sebagai akibat penggunaan tembakau.
Kebiasaan merokok biasanya dimulai pada usia remaja. Jika seseorang bisa bertahan tidak merokok sepanjang masa remaja hampir bisa dipastikan bahwa seterusnya, selama hidupnya, orang itu tidak akan pernah menjadi perokok. Sebaliknya, jika seseorang mulai merokok pada usia remaja, biasanya orang itu akan terus menjadi perokok. Data WHO menunjukkan, sekalipun 75-85% perokok ingin berhenti dan sepertiga telah sedikitnya tiga kali berusaha keras, hanya kurang dari separuhnya yang berhasil. Belum ada obat yang dapat mengurangi nikotin pada paru-paru, cara terbaik adalah berhenti merokok. Jadi, tunggu apalagi ?! Ingat penyesalan tidak pernah datang di awal.

No comments:

Post a Comment