Subscribe to my full feed.

Monday, June 26, 2006

Sambungan Sex ........

Sambungan Oleh-oleh Seminar
“Sex Education for The Children”
Pendidikan Seksualitas Pada Anak Sejak Usia Dini
Sabtu, 7 Mei 2006
Dra. Elly Risman, Yayasan Kita dan Buah Hati

Ringkasnya, bagaimana kiat-kiat menghadapi pertanyaan anak tentang seks :
1. Tenang, kontrol diri, dan “take it easy”
Jangan terlihat kaget, gugup ataupun malah jadi marah dengan pertanyaan anak, walaupun kita merasa pertanyaan tersebut sepertinya tidak pantas ditanyakan oleh anak seumur dia. Kalau kita merasa demikian, tarik nafas dalam-dalam, dan keluarkan tanpa bersuara. Katanya itu mengurangi stress.

2. Cek pemahaman anak
Jangan langsung kita jawab pertanyaan tersebut. Tanyakan kembali, apa yang dia fahami tentang pertanyaan yang dia ajukan, jangan Tanya dia tau dari mana, nanti si anak malah bingung, karena mungkin dia memperoleh informasi tersebut dari berbagai sumber.
Hal ini juga penting agar jawaban kita tidak melenceng dari yang dia tanyakan atau maksudkan.
3. Apa yang anda rasakan, katakan
Katakan dengan jujur perasaan kita saat menerima pertanyaan dia, misalnya ”aduh umi kaget, kok kakak tiba-tiba nanya hal kayak gitu. Emang yang kakak tahu tentang hal itu apa?”
4. Jawab atau tidak
Pertimbangkan apakah kita lebih baik menjawab pertanyaan tersebut atau tidak, kemukakan alasannya
5. Kaitkan dengan seseorang yang dekat dan dikenal anak
Kaitkan jawaban kita dengan seseorang yang dekat dan dikenal anak. Misalnya saat menjawab pertanyaan anak tentang mengapa kita menikah, kaitkan misalnya dengan tantenya yang kemaren baru nikah, dsbnya.
6. Ingat : PS (pendek dan sederhana)
Jawab pertanyaan anak dengan pendek dan sederhana.
7. Gunakan : the golden opportunity
Gunakan kesempatan emas, kaitkan setiap jawaban dengan nilai-nilai ketauhidan. Fahamkan anak bahwa segala sesuatu itu harus sesuai dengan perintah Allah.
8. Kalau tidak menjawab/belum tahu : tunda dengan jujur.
Jangan paksakan diri jika kita belum siap untuk menjawab pertanyaan dia. Lebih baik janjikan untuk menjawab di lain waktu, karena anda ingin memastikan jawabannya. Dan patuhi janji itu, jangan tunggu anak bertanya.
Kiat dasar mengasuh seksualitas :
1. Jangan borongan : sedini mungkin
Pendidikan seksualitas dilakukan secara terprogram (bekerjasama dengan suami,/keluarga besar : siapa menerangkan apa; susun materinya, buat jadwalnya); lakukan sedini mungkin.
2. Proaktif – terlibat penuh : jangan tunggu anak bertanya
Jangan tunggu anak bertanya tentang hal tersebut, lebih baik kita berinisiatif memberikan pendidikan tersebut.
3. Jangan pernah eksport tanggung jawab : di”leskan”
Jangan berfikir bahwa memberikan pendidikan tersebut adalah tanggung jawab lembaga pendidikan. Pendidikan adalah hak anak, dan hal tersebut merupakan tanggung jawab orang tua.

Wah susah juga ya, saya mungkin belum terbayang pertanyaan2 yang muncul dari anak saya tentang hal tersebut, karena sekarang mereka masih batita. Tapi justru mumpung mereka masih kecil, sekarang saatnya saya belajar memberikan pendidikan seksualitas pada anak, bisa dengan membaca, belajar dari pengalaman yang lain, atau konsultasi kepada ahlinya,dan.... sekarang saatnya proaktif,! berarti saya harus siapkan materinya, siapa yang bertanggung jawab memberikannya, bagaimana cara menerangkannya, dan kapan waktunya ..... Aduh banyak amat PRnya!! Ya Allah berikan kemudahan dan kesabaran, amin.

1 comment:

  1. Ternyata ribet juga ya :)

    Tp itulah tanggung jawab orang tua dlm mendidik dan mengarahkan anak :)

    Kudoakan semoga mas Dhyan sekeluarga selalu diberi kemudahan jalan. amin.

    ReplyDelete