Subscribe to my full feed.

Monday, July 17, 2006

Rabb

Alhamdulillah, terima kasih ya Robb Engkau telah memberikan begitu banyak kenikmatan dalam hidup hamba, tak terkecuali hari ini. Ampunilah hambamu yang lemah ini ya Robb, sesungguhnya hamba hanyalah manusia biasa yang hanya bisa berusaha walaupun kadang tidak berhasil.Jalan-jalan didunia blog ketemu blognya bang Andri Irawan.Selain foto-fotonya yang ok banget ada satu artikel yang cukup menyentuh saya, jadi dalam rangka tausyiah ada baiknya saya kutip salah satu artikel beliau.


Bila Nggak Tahajjud

• (Di suatu tempat di bumi Allah)

“Aku telah bersiap-siap sejak pukul 02.00 dini hari
Menanti kedatanganmu
Lama Kutunggu tapi mengapa kau tak bangun menemui-Ku ?”.

Sejenak aku terdiam.
Sambil menahan tangis kupejamkan mata.Aku tertunduk malu
“Maafkan aku. Kumohon maafkan aku,” sambil bersimpuh aku menjawab.

“Tahukah engkau. Andai saja tadi malam engkau menemui-Ku, dan memohon apa saja keinginanmu, pasti Kukabulkan. Karena tadi malam, Aku datang bersama 7 langit dan 7 bumi, serta seluruh kunci perbendaharaan karunia yang Kupunyai.”

“Oh,” (aku menutupi wajah dengan kedua tangan)
Menyesali kesempatan sirna dari hadapan
Kuhirup nafas dalam-dalam
Ada titik embun dimataku
Lalu akupun bertanya, “Tuhanku, apakah yang kurasakan pagi ini adalah hukuman-Mu ?”.
....“Ya, seperti itulah dampaknya !!! ”.

Aku tidak mampu berkata-kata
Aku membisu lama

“Bagi hamba-hamba-Ku yang tidak tahajjud Kuselipkan ruh hampa kedalam hatinya. Maka gersanglah hari-hari yang ia lalui”.

“Oh...,” (aku terisak)

Daguku menempel di dada
Aku tertunduk lagi

“Bagi hamba-hamba-Ku yang tidak tahajjud, Aku masukkan kesesakan ke dalam dadanya. Maka sempitlah hidup yang ia jalani”.

“Oh...,” (aku semakin lunglai)
Air mataku semakin deras mengucur

“Bagi hamba-hambaKu yang tidak tahajjud, Aku jadikan wajahnya suram tanpa cahaya. Maka reduplah pancarannya”.

“Oh...,” (aku pingsan)

“Bagi hamba-hambaKu yang tidak tahajjud, Aku hilangkan wibawanya. Maka lemahlah ia”.
(Sayup-sayup, suara itu masih kudengar)

“Lihatlah, betapa sayang-Ku padamu. Kuutus nyamuk guna membangunkanmu dari tidur. Tidak kau sadarikah hal itu ???”

(Aku benar-benar pingsan)


Yogyakarta, 19 Juli 2002
Pengarang : tak di kenal



No comments:

Post a Comment