Subscribe to my full feed.

Wednesday, November 29, 2006

Kemiskinan

Sabtu lalu sepulang kerja ternyata ban motor saya kempes.Akhirnya daripada digoes keringetan ( jauh sih ke tukang tambal bannya) ya udah dinaikin aja pake gigi 1. Sepanjang perjalanan alhamdulillah ada ibu2 dan kenek yang ngasih tau supaya di tambal di tukang tambal ban yang lokasinya di tempat peristirahatan angkutan truk ( buat ngangkut Coil / lembaran baja yang siap dijual ).Alhamdulillah ternyata benar, kalo tidak wah....ga tau deh......( soalnya jauh plus udah sore lagi).
Nyampe sana, ternyata dah ada ”pasien” lain yang bernasib sama jadi harus sedikit antri ( akhirnya selesai ba’da maghrib ).Sambil nunggu ” diobati” saya amati lingkungan sekeliling.Ternyata ini salah satu potret lingkungan miskin yang bisa kita temui dibanyak pelosok dinegeri ini ( Coba liat fotonya, motorku yang sebelah kiri )


Pemandangan yang cukup kontras di satu kota yang disebut kota Petro Dollar,walaupun sudah tidak begitu aneh karena hal seperti ini sudah menjadi sesuatu yang umum dinegeri ini. Dari Abang tukang tambal ban yang tidak mengenakan baju dan ( mohon maaf ) mungkin belum mandi seharian, rumah-rumah triplek seadanya, pemuda bertato disekujur tubuhnya, perempuan yang agak.....c....udelnya keliatan kalo jinjit yang dengan santainya ngerokok, para kuli truk yang ngobrol ngalur ngidul........
Cukup miris melihat hal seperti ini, karena di sisi lain ada suatu kondisi yang sangat kontras dengan yang saya liat sore ini.Entah sampai kapan negeri ini akan seperti ini???Siapa yang salah??( Ada yang bisa jawab )??
Berbicara tentang kemiskinan, kata ini begitu akrab ditelinga kita walaupun kadang kita tak tahu persis apa definisinya. Dari mulai Siti Nurbaya yang harus mengorbankan kehormatannya untuk membayar hutang keluarganya s/d kisah anak SD yang mencoba gantung diri hanya karena malu tidak bisa membayar uang sekolah.Kisah-kisah seperti itu terus terjadi hingga saat ini.
Negeri ini tidak akan bisa sejahtera selama masih punya utang.Bahkan Presiden Amerika John F. Kennedy pernah mengatakan bahwa : ” Bantuan luar negeri ( utang ) merupakan suatu metode yang dengan itu AS mempertahankan kedudukannya yang berpengaruh dan memiliki pengawasan di seluruh dunia...”Tau ga berapa utang Indonesia saat ini?Sekitar150 miliar Dollar AS ( wow...) atau nyaris 100 % dari PDB.Akibatnya, Bank Dunia memperkirakan 30% - 60 % dari 210 juta penduduk Indonesia berstatus miskin dan berada diambang garis kemiskinan ( World Bank, 2001 ).Sementara versi BPS pun gak jauh beda, sekitar 62 juta dari 218 juta penduduk Indonesia berstatus miskin.Sementara itu laporan tahunan UNICEF, tentang ”Keadaan Anak-anak Sedunia 2000”, mengatakan bahwa setiap bayi yang lahir di Indonesia ( WNI ) otomatis langsung terjerat utang sebesar Rp. 7,3 juta sebagai akibat utang pemerintah
( Astagfirullah....sekarang nambah kali ya).
Akhirnya banyak aset negara yang dijual seperti Papua ( Freeport dll ) yang dikuasai AS, Indosat dikuasai Singapura, Bank Niaga oleh Pemerintah Malaysia, bahkan kecap Bango pun kini dimiliki Unilever ( Inggris ), sampai air kemasan Ades yang tadinya dimiliki MUI pun kini sudah dimiliki Danone ( Prancis ).

Banyak ayat Qur,an dan Hadits yang memperingatkan tentang kemisikinan,salah satunya QS 2 : 268. Rosulpun mewanti-wanti ” Kadzal fakru ayyakuna kufran, Kefakiran adalah bibir jurang kekafiran ( ingat kisah Indomie....)Sedangkan Sayyidina Ali ra dengan semangat mengatakan : ” Jika kemiskinan itu berwujud manusia maka niscaya akan kubunuh dia ”.
Tapi ada pertanyaan lain, lantas mengapa Rosululloh Muhammad saw memilih hidup miskin?Memang secara fisik beliau hidup miskin setelah menjadi Rosul, tapi sebenarnya yang dianjurkan oleh Rosul adalah hidup Zuhud yaitu menguasai dan mengendalikan dunia. Zuhud merupakan lawan sikap senang dan ambisi pada keduniawian.Syaikh Ibnu Taimiyah menyebutkan zuhud adalah meninggalkan yang tidak bermanfaat di akherat.Hasan Al Bashri mendefinisikan zuhud didunia bukan berarti mengharamkan yang halal dan menyia-nyiakan harta. Ingat pada dasarnya Rosul adalah sebagai seorang saudagar kaya raya yang berpenghasilan besar, namun hartanya dinfaqkan untuk kepentingan menegakan Islam.

Semoga bermanfaat......
Salam

Baca selengkapnya......

Tuesday, November 28, 2006

Belajar dari spiritualitas orang Bali

Artikel ini saya dapat dari portal perusahaan, kayanya bagus juga untuk kita pelajari, direnungkan dan diaplikasikan. Masyarakat Bali dengan ketulusannya menjalankan syariat Hindu bisa seperti itu, lantas mengapa masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama islam ( yang di Al Qur'an disebutkan sebagai agama/ideologi terbaik ) kondisinya jauh dari yang diharapkan. Tanyaken Apa?? Karena tugas perusahaan maka saya pernah mengunjungi beberapa negara, tetapi ke pulau Bali sampai tahun 2006 malah belum pernah. Kesempatan ke pulau Bali akhirnya datang juga di awal bulan Nopember 2006, lagi-lagi karena tugas perusahaan, alias bukan biaya sendiri he..he..he.. gratisan terus, kalau biaya sendiri apalagi bawa keluarga waduh berat di ongkos mas. Saya ingin ke Bali karena ingin membuktikan cerita bahwa di sana orang tidak berani mencuri, orang tidak berani berbuat jahat, orang tidak berani berbuat negatif karena takut kepada balasan karma. Menurut pendapat saya ini sangat mengagumkan, karena manusia bisa terkendali oleh suatu nilai luhur (spiritual) secara praktek. Biasanya yang terjadi di masyarakat adalah nilai luhur spiritual banyak diajarkan, tetapi realitas yang diharapkan dari nilai-nilai tersebut tidak muncul dalam prakteknya. Telah terjadi decoupling (pemisahan) antara nilai luhur spiritual dan kenyataan yang terjadi. Banyak tempat ibadah dibangun tetapi banyak juga kejahatan, laku ritual banyak dikerjakan tetapi berbagai kemunduran (di berbagai bidang) juga terjadi.

Sesampai di Bali saya telah mendapatkan bukti, saat naik taksi si sopir (pakMade) bertanya kepada saya pada saat saya shooting pemandangan dengan handycam, "Pak, alat untuk shooting itu berapa harganya ?", "Sekitar 3 juta rupiah, ada apa pak ?", "Kemarin ada tertinggal handycam di taksi saya, saya ingin mengembalikan belum ketemu orangnya, saya mau simpan dulu sampai nanti ketemu orang tersebut, supaya tidak rusak bagimana menyimpannya pak ?", "Disimpan di lemari yang kering pak, jangan kena lembab atau air", "Terimakasih pak, semoga nanti ketemu lagi dengan yang punya handycam ini di suatu saat". Kalau yang jadi sopir taksi bukan pakMade pasti handycam tersebut telah dijual.

Sepanjang perjalanan ke hotel terlihat pemandangan yang begitu rapi dan indah, hampir tidak ada kekumuhan yang dijumpai. Rumah-rumah dibangun dengan keindahan yang tinggi walaupun rumah sederhana. Hampir di setiap rumah tersedia tempat sembahyang di bagian depan. Sampai di Tabanan terbentang persawahan yang nenghampar hijau walaupun sedang musim kemarau, ternyata sistem pengairan Subak yang terkenal itulah yang menciptakan kondisi ini. Kebetulan saya menginap di hotel dekat TanahLot, kondisi tempat wisata ini begitu bersih dan rapi, tidak ada pengemis, penjual cenderamata berjualan dengan normal tidak memaksa wisatawan untuk membeli. Saat makan saya pergi ke rumahmakan yang ternyata dimiliki oleh orang Jawa (Banyuwangi). Saya bertanya, apa betul bu di sini tidak ada pencurian ? Betul pak, orang sini tidak berani mencuri, motor saya taruh saja di luar tidak dikunci ya tidak apa-apa kok pak. Setelah bekerja sesuai profesi masing-masing kemudian sore harinya pada sembahyang di pura. Begitu rutinitas sehari-hari mereka.

Jalan-jalan di Bali relatif sempit, tetapi tidak dijumpai kesemrawutan dan kebut-kebutan, orang memacu kendaraannya secara normal-normal saja. Jarang terdengar ada klakson yang berbunyi.

Begitulah sekelumit contoh spiritualitas orang Bali, saya juga menjumpai hal serupa waktu pergi ke Jepang, sopir taksi yang menjemput saya di bandara tetap ada walaupun kedatangan saya terlambat sehari.

Spiritualitas akan menciptakan realitas yang baik dan menyenangkan jika diaplikasikan dalam kehidupan, kalau tidak maka apa yang disebut spiritualitas hanyalah absurditas yang mengawang-awang di langit tidak pernah membumi.

Baca selengkapnya......

Waspada, Isotonik Sebabkan Lupus

Waspalah mengonsumsi minuman dalam kemasan. Utamanya minuman isotonik. Zat pengawet yang ada dalam minuman kemasan itu sangat berbahaya.

Salah satunya bisa menyebabkan penyakit sistemic lupus erythematosus (SLE), penyakit yang meyerang sistem kekebalan tubuh.

Komite Masyarakat Antibahan Pengawet (Kombet) kemarin merilis hasil risetnya terhadap 28 minuman dalam kemasan. Paling banyak diteliti adalah minuman isotonik. ''Ternyata sebagian besar minuman dalam kemasan mengandung bahan pengawet yang membahayakan tubuh,'' kata Ketua Kombet Nova Kurniawan saat Konferensi Pers di Hotel Sari Pan Pasific, kemarin.

Penelitian Kombet yang disupervisi oleh Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan (LP3ES) Jakarta dilakukan di tiga laboratorium. Yakni di Sucofindo Jakarta, M-Brio Bogor, dan Bio-Formaka Bogor. Ada dua zat pengawet yang dicari dalam minuman kemasan, yakni natrium benzoat dan kalium sorbet. Riset tersebut dilakukan 17 Oktober hingga 3 November 2006.

Hasilnya, diklasifikasikan dalam empat kategoriKategori pertama adalah produk yang tidak ditemukan bahan pengawet natrium benzoat dan kalium sorbat. Yakni Pocari Sweat, Vita-Zone, NU Apple EC, Jus AFI, dan Sportion.

Kategori kedua, produk yang mengandung pengawet natrium benzoat dan mencantumkannya di label kemasan. Minuman yang masuk kategori ini adalah Freezz Mix, Ize Pop, Nihau Orange Drink, Zhuka Sweat, Amazone, Kino Sweat, Arinda Sweat, Arinda Ice Coffee, Cafeta, Vzone, Pocap, Amico Sweat, Okky Jelly Drink, Deli Jus, dan Fruitsam.

Ada juga minuman yang mengandung dua pengawet, natrium benzoat dan kalium sorbat, tetapi hanya mencantumkan satu jenis pengawet. Yakni Mizone, Boy-zone, dan Zegar Isotonik. Yang paling parah adalah minuman yang mengandung pengawet, tapi tidak mencantumkannya dalam label kemasan.

Minuman tersebut adalah Kopi Kap, Jolly Cool Drink, Zporto, Jungle Juice, Zestea, dan Mogu-mogu.
''Kategori ketiga dan keempat masuk dalam kategori pembohongan publik.

Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan Depkes harus bertindak tegas dan menarik produk tersebut dari pasar,'' kata Nova.

Kombet berencana melakukan class action terhadap BPOM karena mengeluarkan izin minuman berbahan pengawet yang membahayakan manusia. Produsen minuman juga melanggar Permenkes 722 Tahun 1988 tentang bahan tambahan makanan.

Juga UU no 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, serta UU No 7 Tahun

1996 tentang pangan. ''Jalur hukum sedang disusun berkasnya,'' katanya.

Peneliti Lembaga Konsumen Jakarta (LKJ) Nurhasan yang ikut dalam konferensi pers kemarin mengatakan, perkembangan penyakit lupus meningkat tajam di Indonesia. ''Tahun ini saja, di RS Hasan Sadikin Bandung, sudah terdapat 350 orang yang terkena SLE (systemic lupus erythematosus),'' kata Nurhasan.

Penyakit tersebut merupakan peradangan menahun yang menyerang berbagai bagian tubuh, terutama kulit, sendi, darah, dan ginjal. Hal itu disebabkan adanya gangguan autoimun dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh seseorang yang seharusnya menjadi antibodi tidak berfungsi melindungi, tapi justru sebaliknya, menggerogoti tubuh sendiri. Gejalanya, kulit membengkak, kencing berdarah atau berbuih, gatal-gatal, dan sebagainya. ''Penyakit ini menyebabkan kematian dan belum ada obatnya,'' kata Nurhasan.

Penyakit lain yang disebabkan bahan pengawet minuman dalam kemasan adalah kanker. ''Karena itu, produsen minuman kemasan sebaiknya memerhatikan hak konsumen untuk sehat. Caranya dengan memperpendek masa kedaluwarsa atau menghilangkan sama sekali bahan pengawet dalam minuman dalam kemasan,''

kata Nurhasan

Baca selengkapnya......

Monday, November 27, 2006

Internet & Blog

Sudah seminggu lebih ini koneksi internet di komputer kantor saya diputus oleh yang berwenang :(( katanya yang berhak mendapat fasilitas internet ini hanya level Kepala Dinas keatas ). Jadi....untuk sementara kalo pingin ngonek internet harus minjem ama yang punya ato nunggu ga dipake. Makanya buat posting artikelpun jadi agak susah nih ga bisa bebas ngexplore lagi.
Terus terang sebenarnya saya agak kurang setuju dengan kebijakan ini, tapi…ya inilah sistem yang dipake perusahaan ini ( sulit untuk bisa berbuat adil di masa seperti ini, kecuali nanti kalo sistem Islam sudah berlaku ).Pantes aja bawahannya ga bisa maju, wong buat ngembangin wawasan lewat internet aja ga bisa, tapi giliran disiplin, penghematan dan lain sebagainya bawahan selalu di target. Kalo kita ga pinter2 saya pikir kita ga bakalan bisa berkembang dengan sistem seperti ini, jadi…ya harus pinter2 mensikapi hal ini..
Imbasnya ngeblogpun harus selektif dan efisien berkaitan dengan kondisi seperti ini. Jadi mohon maaf kalo ga bisa ngupdate rutin, tapi saya usahakan untuk bisa selalu bersilaturahmi dengan blogger sekalian.
Bersyukurlah para pembaca yang mempunyai fasilitas internet,tolong manfaatkan hal itu sebaik-baiknya untuk kebaikan karena masih banyak yang menginginkan fasilitas itu tapi tidak bisa mereka dapatkan. Harga internet di Indonesia masih mahal ( pantes Indonesia susah maju ya....)
Di sisi lain Roy Suryo pernah mengatakan kalo ngeblog itu hanya buang-buang waktu aja, ya mungkin diliat dari satu sisi mungkin benar tapi kitapun harus adil harus melihatnya dari berbagai sudut pandang.Kalo ngeblog hanya dipakai untuk bercuap-cuap yang tidak ada visi, misi ataupun kejelasan tujuan mungkin ya.Tapi banyak juga kok yang memanfaatkan blog sebagai media dakwah, media silaturahmi, media belajar dll.Jadi...ya semuanya dikembalikan kepada kita juga.
Akhirnya ....marilah kita berkarya melalui blog, jadikan blog sebagai media yang bermanfaat.
Maju terus blogger Indonesia....
Jabat erat
Salam

Baca selengkapnya......

Saturday, November 11, 2006

Sifat kanak-kanak yang tak pernah hilang

Percaya gak kalo saat ini ketika kita sudah dewasa sebenarnya karakter anak-anak itu tetap tercermin dalam diri kita, misalnya :
1. Suka rebutan.
Untuk contohnya gak usah jauh-jauh,rasanya sering kita liat di TV.masih ingat dengan komentar Gus Dur tentang anggota DPR-MPR yang katanya masih seperti anak TK?
2.Suka Pamer
Yang ini juga banyak contohnya di Indonesia.Coba liat kalo pas Lebaran,rasanya mungkin hampir 100% orang yang berlebaran biasanya pake baju baru ( Walaupun kata BABE / Toko BArang BEkas di Bdg, Di hari Lebaran yang penting bukan baju baru tapi hati yang baru....yeee terang aja dia kan ga jualan yang baru alis seken....dasar iklan....)
3. Suka Maen Backing
Inget ga kalo lagi berantem, ada yang ngeluarin becking Superman, batman, Tank Waja( Basa sunda red) sampe Alloh dibawa-bawa.Sekarang??Banyak ya yang dibecking para aparat,parpol,kyai dll.
4 .Dll ( Ada yang bisa nambahin???)
Btw dipostingan ini juga masa kanak-kanak saya ikut andil ( coba liat gbrnya ....:D).But....I'm happy...thanks to Fay atas animasinya

Baca selengkapnya......

Wednesday, November 01, 2006

Oleh-Oleh Ti Bandung 2

Kembali ke Oleh-Oleh Ti Bandung, kali ini saya coba tuliskan hasil “JJS" saya di Bandung ke beberapa tempat yang mungkin bisa bermanfaat buat rekan sekalian.
1.Komputer & Elektronik
Seperti biasa tempat utama ( tentunya setelah yang pokok ) kalo pas ke Bandung saya selalu menyempatkan diri mampir ke tempat-tempat ini ( belakangan seringnya belanja software )
Salman ITB
Buat rekan-rekan yang hoby / interes dengan software komputer tapi dokunya terbatas, mungkin bisa berkunjung kesini.Disini bisa didapatkan berbagai jenis software komputer dengan harga yang sangat murah ( maklum bajakan, sssttt.... jangan bilang siapa2 ya ). Selain tempatnya asri koleksinya cukup lengkap, dari mulai CD game terbaru s/d CD Tutorial ada disini.Tempatnya di samping mesjid Salman ITB, tapi yang jualannya PKL / ngegelar gitu.Kita milihnya sambil duduk/ jongkok di “jojodog “ / bangku kecil. Perlu diingat : CD yang kita beli disini tidak 100% Ok, artinya kadang ada masalah ( terutama yang kumpulan ) tapi ada garansinya kok boleh ditukerin asal jangan kelamaan trus kondisinya masih bagus.
Kandaga Komputer
Kalo disini rekan-rekan bisa dapetin berbagai macam hardware baik new ato second dengan harga miring pula ( bisa tawar menawar coy ).Tempatnya di daerah Cicadas ( sebelum pasar )
Plasa Kosambi
Hampir sama dengan Kandaga, tapi selain hardware bisa juga nyari barang-barang elektronik yang antik/buat modifikasi.Tempatnya masih satu jalur dengan Kandaga ( deket pasar Kosambi )
BEC ( Bandung Electronic Centre )
Di sini rekan bisa dapetin barang elektronik, keperluan komputer dan HP.Harganya standarlah sesuai mall ( lebih mahal dikit dibanding Kandaga ).Tempatnya di jalan Purnawarman / belakang Jalan Merdeka.Baru-baru ini juga malah dibuka BCC ( Bandung Computer Centre ) , tapi belum sempet kesana soalnya baru sih.

2. Buku

  • Pusat Buku Palasari
    Tempat ini masih jadi favorit saya kalo beli buku, selain harganya murah ( diskon 20%- 30%) juga koleksinya cukup komplit, dari mulai buku agama , sekolah s/d komputer tersedia lengkap.Tempatnya di Jl. Palasari, bisa dari arah Kosambi atau Kebon Kelapa
  • Gramedia : Kalo yang ini udah pada tau kali ya ( kecuali untuk kota-kota kecil seperti Cilegon, belum ada). Kacian deh Gw…:(

3. Fashion


Kalo nyari yang OK tapi harganya sebanding ya ke FO aja yang banyak bertebaran di sana, kalo pingin yang agak nyeni ke Distro,tapi kalo pingin yang agak murah bisa ke Pasar Baru ( di daerah Stasiun ).tapi ingat daerah sini biang kemacetan, jadi atur-atur aja biar ga kena macet.Mungkin lebih baik parkirnya agak jauhan aja dari lokasinya ( JJS dikitlah sekalian OR)
Kalo untuk Bahan Kaos/ Kain yang murah ( partai kecil ) bisa dicari di Cigondewah ( daerah Cijerah ).Tapi kalo partai besar mending langsung ke pabrik tekstilnya aja.

Sekalian kalo perlu kacamata ( berbagai jenis ), dari Pasar Baru tinggal nyebrang ke Jl. ABC.Selain harganya miring banget,kualitas dan pelayanannya cepat ( untuk pesanan bisa ditunggu sekitar 15-30 menit ).Sebagai contoh Kacamata ( minus ) dengan Frame Oakley bisa dibeli dengan harga 200 – 300 rb ( katanya kalo diluaran katanya bisa 1 juta lebih ).Selain itu Jl. ABC juga masih termasuk favorit bagi yang pingin beli barang elektronik dengan harga miring

4. Tanaman
Selain bisa didapat dipusat-pusat penjualan tanaman hias seperti di daerah Sokarno Hatta, Tegal Lega, Cilaki dll.Kalo pingin sekalian jalan-jalan liat pemandangan plus menikmati Surabi Bandung atau sekalian mampir ke DT ( Daarut Tauhid ) ya…..ke Cihideung aja.
Tempatnya dari Terminal Ledeng belok kiri yang ke arah Ciateur mungkin sekitar 3 km, nanti disepanjang jalan bisa ditemukan banyak penjual tanaman ( hias , buah dll ).Kalo perlu sekalian terusin ke Kampung Daun ( dah deket kok ) buat makan plus liat pemandangan Bandung dari dataran tinggi ato sekalian aja nginep .Sekedar info, Kampung Daun ini biasa dipake oleh Aa Gym untuk acara Siraman Rohani di TV.
Kalo untuk bingkisan bunga ( buat ucapan bela sungkawa, selamat dll) bisa dibeli di Daerah Wastukencana / Taman Sari dan Palasari, bisa diantar ke tempat tujuan kok ( Jadi inget waktu muda dulu…:D)

5. Makanan

Bandung sekarang terkenal juga dengan wisata kulinernya ( wisata makanan ) Sebenarnya dah banyak yang nulis tentang tempat-tempat makan di Bandung,sebelum mudikpun saya sempat searching diinternet, di blognya Mas Priyadi ada juga postingan tentang ini ( yang ternyata mendapat komen sekitar 50an blogger ), padahal cuma nulis tempat makan ya…???Ato bisa diliat
disini .
Tapi pada postingan ini saya hanya nulis pengalaman “jjs” saya kemarin.

  • Surabi
    Ini termasuk salah satu makanan favorit saya, gak kalah ama pizza ato Dunkin donuts.Tempatnya di daerah Setiabudi-Geger kalong/ sebelum Terminal Ledeng.
    Ada 3 tempat yang letaknya berdekatan yaitu :
    Surabi Imut ( pertama di Bandung ).Contoh menu, harga dan suasana silahkan liat foto.
    Ada tempat makan lesehannya juga lho
    Cafe Beta . Disini harganya emang sedikit lebih mahal ( lihat foto ) dibanding Surabi Imut / toko sebelahnya. Tapi tempatnya lebih luas dan nyaman, juga menunya lebih komplit ( dari Surabi s/d Steak ).
    Surabi ENHAI : Tempatnya dibawah poster iklan rokok / didepan Kampus ENHAI ( Sekolah Perhotelan ).Tempatnya agak terbuka dan lebih leluasa.

    Tempat-tempat tersebut buka dari pukul 3 sorean s/d jam 11 maleman.Sebagai info tambahan kalo lagi rame ( biasanya malam Libur / Minggu ) harap sabar aja karena pesanan bisa diterima setelah 30-45 menit kemudian, saking banyaknya yg pesen.

    Martabak
    Buat yang suka martabak mungkin bisa nyobain Martabak ASIA ( Martabak jepang ) yang juara lomba Martabak tahun 2005. Rasanya macem-macem , harga tergantung porsi dan rasanya antara 15.000 – 25.000
    Ato bisa juga nyobain Martabak SanFransisco ( terkenal juga sih ), tapi kemarin saya gak sempet nyobain yang ini

    Strawberry

    Ada 2 tempat bisa didaerah Cihanjuang ( Cimahi ) ato Ciwidey.Ditempat ini rekan bisa bebas menikmati kebun strawberry plus kalo mau beli tinggal petik dan pilih sendiri aja ( swalayan coy ).Asyik khan...?
    Juga tersedia aneka minuman produk Strawberry.
    Kalo pingin puas mending yang di daerah Ciwidey aja, karena kebunnya lebih banyak, kalo yang di Cihanjuang buahnya Hidroponik ( lebih tahan lama ).

    Mie & Batagor

    Yang ini juga dikenalinnya ama istri, tadinya saya termasuk orang yang ”cuek” kalo masalah makan.Tapi setelah diajak mencicipi ternyata....rasanya emang beda ya.....
    Untuk urusan mie, Mie Akung di Jl. Lodaya mungkin masih yang the best cobain deh.
    Sekedar info : Selama bulan Ramadhan + seminggu setelah Lebaran biasanya tempat ini tutup.
    Kalo untuk Batagor, bisa nyoba Batagor Kingsley di Jl. Veteran / Bungsu.( emang harganya agak mahal karena dah terkenal sih lagian kualitasnya tetap terjaga ).Dulu sih cuek aja padahal deket rumah nih.
    Tapi kalo pingin yang agak murah tapi tetep OK ke Batagor Isan aja di Jl. Moh.Toha ( deket Tegallega ).Istri saya juga sering bawa buat oleh-oleh kalo lagi pas ke Bandung.

    Kue

    Biasanya model makanan gini yang banyak dibawa buat oleh-oleh .

    Brownies
    Kalo Dulu yang terkenal Primarasa ( di Jl. Kemuning ), tapi sekarang kayanya udah tersaingi Brownies Amanda yang pusatnya di Margahayu ( tapi banyak juga dijual ditepi jalan ).Saingan-saingan lainnya biasanya belakangnya pake huruf a juga; Arinda, dll.
    Pisang Molen Kartika Sari
    Banyak juga yang bawa jenis makananan ini untuk oleh-oleh,tapi kalo menurut saya rasanya agak ”giung”/terlalu manis
    Tradisional Khas Bandung
    Ada tempe goreng, pisang sele ,dodol atau makanan tradisional lainnya. Bisa dibeli di Pasar Kosambi atau kalo yang standar di Terminal Leuwipanjang juga banyak ( di luar tempat masuk bis )

    Ya demikian Bu Guru pengalaman saya selama liburan kemarin, semoga info tersebut bisa bermanfaat bagi yang memerlukannya.
    Terima Kasih

    The End alias Tamat

Baca selengkapnya......