Subscribe to my full feed.

Wednesday, November 29, 2006

Kemiskinan

Sabtu lalu sepulang kerja ternyata ban motor saya kempes.Akhirnya daripada digoes keringetan ( jauh sih ke tukang tambal bannya) ya udah dinaikin aja pake gigi 1. Sepanjang perjalanan alhamdulillah ada ibu2 dan kenek yang ngasih tau supaya di tambal di tukang tambal ban yang lokasinya di tempat peristirahatan angkutan truk ( buat ngangkut Coil / lembaran baja yang siap dijual ).Alhamdulillah ternyata benar, kalo tidak wah....ga tau deh......( soalnya jauh plus udah sore lagi).
Nyampe sana, ternyata dah ada ”pasien” lain yang bernasib sama jadi harus sedikit antri ( akhirnya selesai ba’da maghrib ).Sambil nunggu ” diobati” saya amati lingkungan sekeliling.Ternyata ini salah satu potret lingkungan miskin yang bisa kita temui dibanyak pelosok dinegeri ini ( Coba liat fotonya, motorku yang sebelah kiri )


Pemandangan yang cukup kontras di satu kota yang disebut kota Petro Dollar,walaupun sudah tidak begitu aneh karena hal seperti ini sudah menjadi sesuatu yang umum dinegeri ini. Dari Abang tukang tambal ban yang tidak mengenakan baju dan ( mohon maaf ) mungkin belum mandi seharian, rumah-rumah triplek seadanya, pemuda bertato disekujur tubuhnya, perempuan yang agak.....c....udelnya keliatan kalo jinjit yang dengan santainya ngerokok, para kuli truk yang ngobrol ngalur ngidul........
Cukup miris melihat hal seperti ini, karena di sisi lain ada suatu kondisi yang sangat kontras dengan yang saya liat sore ini.Entah sampai kapan negeri ini akan seperti ini???Siapa yang salah??( Ada yang bisa jawab )??
Berbicara tentang kemiskinan, kata ini begitu akrab ditelinga kita walaupun kadang kita tak tahu persis apa definisinya. Dari mulai Siti Nurbaya yang harus mengorbankan kehormatannya untuk membayar hutang keluarganya s/d kisah anak SD yang mencoba gantung diri hanya karena malu tidak bisa membayar uang sekolah.Kisah-kisah seperti itu terus terjadi hingga saat ini.
Negeri ini tidak akan bisa sejahtera selama masih punya utang.Bahkan Presiden Amerika John F. Kennedy pernah mengatakan bahwa : ” Bantuan luar negeri ( utang ) merupakan suatu metode yang dengan itu AS mempertahankan kedudukannya yang berpengaruh dan memiliki pengawasan di seluruh dunia...”Tau ga berapa utang Indonesia saat ini?Sekitar150 miliar Dollar AS ( wow...) atau nyaris 100 % dari PDB.Akibatnya, Bank Dunia memperkirakan 30% - 60 % dari 210 juta penduduk Indonesia berstatus miskin dan berada diambang garis kemiskinan ( World Bank, 2001 ).Sementara versi BPS pun gak jauh beda, sekitar 62 juta dari 218 juta penduduk Indonesia berstatus miskin.Sementara itu laporan tahunan UNICEF, tentang ”Keadaan Anak-anak Sedunia 2000”, mengatakan bahwa setiap bayi yang lahir di Indonesia ( WNI ) otomatis langsung terjerat utang sebesar Rp. 7,3 juta sebagai akibat utang pemerintah
( Astagfirullah....sekarang nambah kali ya).
Akhirnya banyak aset negara yang dijual seperti Papua ( Freeport dll ) yang dikuasai AS, Indosat dikuasai Singapura, Bank Niaga oleh Pemerintah Malaysia, bahkan kecap Bango pun kini dimiliki Unilever ( Inggris ), sampai air kemasan Ades yang tadinya dimiliki MUI pun kini sudah dimiliki Danone ( Prancis ).

Banyak ayat Qur,an dan Hadits yang memperingatkan tentang kemisikinan,salah satunya QS 2 : 268. Rosulpun mewanti-wanti ” Kadzal fakru ayyakuna kufran, Kefakiran adalah bibir jurang kekafiran ( ingat kisah Indomie....)Sedangkan Sayyidina Ali ra dengan semangat mengatakan : ” Jika kemiskinan itu berwujud manusia maka niscaya akan kubunuh dia ”.
Tapi ada pertanyaan lain, lantas mengapa Rosululloh Muhammad saw memilih hidup miskin?Memang secara fisik beliau hidup miskin setelah menjadi Rosul, tapi sebenarnya yang dianjurkan oleh Rosul adalah hidup Zuhud yaitu menguasai dan mengendalikan dunia. Zuhud merupakan lawan sikap senang dan ambisi pada keduniawian.Syaikh Ibnu Taimiyah menyebutkan zuhud adalah meninggalkan yang tidak bermanfaat di akherat.Hasan Al Bashri mendefinisikan zuhud didunia bukan berarti mengharamkan yang halal dan menyia-nyiakan harta. Ingat pada dasarnya Rosul adalah sebagai seorang saudagar kaya raya yang berpenghasilan besar, namun hartanya dinfaqkan untuk kepentingan menegakan Islam.

Semoga bermanfaat......
Salam

No comments:

Post a Comment