Subscribe to my full feed.

Friday, March 02, 2007

Creativity is unlimited


Ada cerita lagi dari istri nih…
Apa yang saya ceritakan merupakan ‘oleh-oleh’ dari Pa Sahat, narasumber yang kami undang dalam acara sosialisasi perencanaan daerah, atas kunjungannya ke Hokaido,Jepang.

Salah satu topik yang kami bahas dalam acara tersebut adalah tentang pembentukan visi daerah. Dia mencontohkan tentang visi dan misi Hokaido yang pada akhirnya berhasil mengangkat derajat ekonomi petani semangka di Hokaido.

Gini nih ceritanya….

Hokaido, merupakan salah satu kota di Jepang yang banyak ditanami semangka, karena cuacanya memang sangat cocok untuk ditanami komoditi tersebut. Mayoritas penduduknya merupakan petani semangka, tapi, taraf perekonomian mereka masih rendah. Dengan bekerja selama 12 bulan, hasil panen mereka hanya mencukupi untuk membiayai hidup selama 4 bulan.

Sebagai potensi unggulan wilayah, Walikotanya (yang berbackground petani semangka dan sangat peduli terhadap kesejahteraan petani semangka), bervisi menjadikan Hokaido sebagai sentra komoditi semangka di Jepang.

Ide yang dia lontarkan adalah memproduksi semangka yang berbentuk ‘unik’. Semangka yang umumnya berbentuk bulat, ‘direkayasa’ menjadi berbentuk kubus. (Mungkin awalnya idenya seperti mengada-ada. Tapi dia fokus pada pemikirannya.)

Melalui berbagai percobaan, akhirnya dihasilkan suatu rekayasa proses penanaman semangka sehingga mempunyai bentuk yang unik (kubus).
Jadi pada proses penanaman semangka, ‘pentil’semangka dimasukan dalam gabus berbentuk kubus (bahan yang biasa digunakan sebagai penyekat elektronik).
Semangka terus membesar mengikuti bentuk yang melingkupinya (kubus). Dan pada akhirnya kubus itu pecah, yang menandakan bahwa semangka siap dipanen.

Di pasaran, semangka unik tersebut terjual dengan harga 10 x lipat dari harga biasa. Sehingga, bagi petani Hokaido, kini, hanya dengan bekerja 4 bulan, hasilnya cukup untuk biaya hidup selama 2 tahun.

Meningkatnya perdagangan semangka di kota tersebut, memberikan efek ganda antara lain terhadap transportasi laut dan udara, karena sebagian besar produk semangka tersebut dijual ke luar Hokaido.....

Bagaimana dengan kita???Kapan ya walikota kita seperti itu???

Baca selengkapnya......