Subscribe to my full feed.

Monday, July 30, 2007

Tukang Cukur

Seperti biasanya, seorang laki-laki, sebut saja Fulan, datang ke sebuah salon untuk memotong rambut dan jenggotnya. Ia pun memulai pembicaraan yang hangat dengan tukang cukur yang melayaninya.
Berbagai macam topik pun akhirnya jadi pilihan, hingga akhirnya Tuhan jadi subyek pembicaraan.

"Hai Tuan, saya ini tidak percaya kalau Tuhan itu ada seperti yang anda katakan tadi," ujar si tukang cukur
Mendengar ungkapan itu, Fulan terkejut dan bertanya, "Mengapa anda berkata demikian?"
"Mudah saja, anda tinggal menengok ke luar jendela itu dan sadarlah bahwa Tuhan itu memang tidak ada. Tolong jelaskan pada saya, jika Tuhan itu ada, mengapa banyak orang yang sakit? mengapa banyak anak yang terlantar?. JikaTuhan itu ada, tentu tidak ada sakit dan penderitaan.
Tuhan apa yang mengijinkan semua itu terjadi..." ungkapnya dengan nada yang tinggi.
Fulan pun berpikir tentang apa yang baru saja dikatakan sang tukang cukur.
Namun, ia sama sekali tidak memberi respon agar argumen tersebut tidak
Lebih meluas lagi.
Ketika sang tukang cukur selesai melakukan pekerjaannya, Fulan pun Berjalan keluar dari salon. Baru beberapa langkah, ia berpapasan dengan seorang laki-laki berambut panjang dan jenggotnya pun lebat. Sepertinya ia sudah lama tidak pergi ke tukang cukur dan itu membuatnya terlihat tidak rapi.

Fulan kembali masuk ke dalam salon dan kemudian berkata pada sang tukang
cukur, "Tukang cukur itu tidak ada!"...

Sang tukang cukur pun terkejut dengan perkataan Fulan tersebut. "Bagaimana mungkin mereka tidak ada? Buktinya adalah saya. Saya ada di sini dan saya adalah seorang tukang cukur," sanggahnya.

Fulan kembali berkata tegas, "Tidak, mereka tidak ada. kalau mereka ada, tidak mungkin ada orang yang berambut panjang dan berjenggot lebat seperti contohnya pria di luar itu."
"Ah, anda bisa saja...Tukang cukur itu selalu ada di mana-mana. Yang terjadi pada pria itu adalah bahwa dia tidak mau datang ke salon saya untuk dicukur," jawabnya tenang sambil tersenyum.

"Tepat!" tegas Fulan. "Itulah poinnya. Tuhan itu ada. Yang terjadi pada umat manusia itu adalah karena mereka tidak mau datang mencari dan menemui-Nya. Itulah sebabnya mengapa tampak begitu banyak penderitaan di seluruh dunia ini...."

Kalau anda menyukai kisah ini, kirimkan pada yang lain. Kalau anda juga berpikir sama seperti sang tukang cukur, abaikan saja kisah ini.

Baca selengkapnya......

Friday, July 13, 2007

Oh....Hot.......Spot.......


Membaca majalah warte eGov ( majalah tentang IT untuk pemerintahan ) edisi bulan Juni 2007 ada satu artikel yang menarik,yaitu tentang hotspot.Coba simak penggalan tulisan berikut ini : Sejauh ini telah banyak kantor pemerintah yang menerapkan jaringan nirkabel dan internet melalui hotspot.Selain untuk membuat akses jaringan internal didalam kantor,hotspot yang sudah tersambung dengan internet tersebut juga "diberikan' kepada masyarakat.Biasanya layanan hotspot ini bisa diakses disekitar gedung pemerintahan atau taman kota.Manfaatnya masyarakat bisa mengakses internet secara gratis ( gratis bro...:D).

Beberapa pemerintah daerah yang sudah membuat layanan hotspot ini antara lain : Kabupaten Sumenep,Kabupaten Kebumen,Kabupaten garut,Kota Surabaya,Kota Tarakan, Kabupaten Bantul,Kabupaten Aceh Singkil dan masih banyak lagi.Jaringan nirkabel adalah masa depan ( wireless network is future ).Mengingat manfaatnya jauh lebih besar,sudah selayaknya kalangan pemerintah di Indonesia mempertimbangkan jaringan nirkabel".

Coba bayangin pembaca seandainya semua Pemda di Endonesia menerapkan hal ini..wah......luar biasa mungkin kualitas SDM Indonesia bisa meningkat tajam.Saya ngebayanginnya kalau ini diterapkan,bisa jadi gedung pemerintahan dan taman kota akan dipenuhi oleh orang-orang yang nginternet,pagi,sore bahkan mengkin malam hari sambil menenteng laptop masing-masing mereka asyik berinternet ria dan mungkin nanti taman kota bisa benar-benar berfungsi sebagai taman kota kalau sekarang mohon maaf rasanya masih banyak yang tidak berfungsi,bahkan cenderung banyak yang beralih fungsi ke arah yang negatif ) selain sebagai tempat rekreasi,refreshing juga bisa buat menambah pengetahuan dan wawasan melalui fasilitas nirkabel hotspot.Kapan ya ini bisa terjadi?Tapi coba baca lagi kok Kabupaten Bantul yang ( mohon maaf ) setahu saya termasuk daerah yang agak tertinggal aja bisa pasang hotspot,kok kota-kota besar lainnya nggak disebutin ya??Kalau di Jakarta saya pernah baca banyak juga yang memanfaatkan antena kaleng untuk mengakses internet gratis melalui hotspot ini.Saya termasuk orang yang merindukan dan menantikan fasilitas hotspot ini bisa diterapkan oleh Pemda karena buat saya harga nginternet masih cukup mahal.Di warnet kadang kurang nyaman dan puas,selain suasananya, yang paling ngeselin virusnya itu...pengalaman waktu nyari artikel di warnet, pas udah dapet di buka dirumah wah.....virusnya banyak amat coy....akhirnya hasil nginternetnya nihil,karena kena virus semua,malah sebagian file lain di flash disk jadi ikut terkena imbas virus.

Selama ini lebih banyak memanfaatkan fasilitas internet di kantor, walaupun koneksinya agak sedikit lambat dan....minjem...Lho??Ya dikantor saya ada "ke[tidak]bijakan" bahwa yang dapet fasilitas internet hanya pangkat Kepala Dinas ke atas,karena saya cuma level kroco ya....untuk bisa ikut menikmati fasilitas internet harus rela minjem sama temen kantor ...pas lagi nggak di pake

Baca selengkapnya......